KARO, SUMUTBERITA.com – Sebagai seorang ibu, Noni Anggriani berharap yang terbaik bagi kesehatan buah hatinya. Hal ini dirasakan Noni saat ia harus mendampingi anaknya, Rafif Alvino Aqmar yang berusia tiga tahun untuk menjalani operasi kandung kemih pada bulan Juli 2025 lalu.
Kepada Tim Jamkesnews, Noni banyak bercerita saat ia ikut mengantarkan suaminya bekerja di Kota Kabanjahe, Kabupaten Karo, Jumat (29/8/2025). Menurutnya, anaknya memang sudah mengalami gangguan pada kandung kemihnya sejak lahir.
Namun, kata dia, dokter menyarakankan agar operasinya dilakukan saat usia Rafif menginjak tiga tahun ke atas. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
“Alhamdulillah, kemarin operasinya berjalan lancar. Rafif juga sehat. Kemarin operasinya dilaksanakan di RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh karena diawal memang diperiksa di sana. Orang tua saya juga tinggal disana, sehingga bisa bergantian menjaga saat pelaksanaan operasi. Suami saya kerjanya kan jauh di Kabanjahe, jadi tidak setiap saat bisa menjaga kami,” tutur Noni.
Ia mengungkapkan, gejala yang terjadi pada anaknya memang tidak terlalu terlihat. Yang paling terlihat adalah saat buang air kecil, frekuensinya sangat sering dari biasanya seperti gejala infeksi pada saluran kemih pada orang dewasa.
“Sebagai orang tua, kami merasakan pasti tidak nyaman bagi Rafif. Akhirnya setelah usia tiga tahun kami mengikuti saran dokter agar segera dilakukan operasi demi kebaikan Rafif. Operasinya juga tidak satu tahap. Satu bulan lagi akan dilaksanakan operasi yang kedua agar kelainan pada kandung kemih anak saya segera sembuh dan normal kembali,” jelasnya.
Meski ada gangguan pada kandung kemihnya, tutur Noni lagi, Rafif tetap tumbuh seperti anak seusianya, bahkan ia termasuk anak yang sehat dan aktif. Ia berharap agar operasi kedua nanti juga berjalan lancar seperti yang pertama.
Noni yang sehari-hari bekerja sebagai bidan di salah satu puskesmas ini menyampaikan bahwa operasi anaknya ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengaku bahwa seluruh biaya pelayanan dan perobatan ditanggung sampai sembuh tanpa iur biaya sedikitpun.
Selama anaknya dirawat di rumah sakit, dokter, perawat, bagian administrasi dan petugas lainnya selalu bersikap ramah tanpa membeda-bedakan dengan peserta umum. Disamping itu, menurutnya, fasilitas juga sangat lengkap. Kebersihan rumah sakit yang terjaga membuat pasien nyaman saat membutuhkan akses layanan kesehatan.
“Ya sangat apresiasilah kepada BPJS Kesehatan dan pemerintah yang terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan bagi peserta JKN. Kebetulan saya juga kan bekerja di bidang kesehatan, jadi sedikit banyak saya mengerti mengenai JKN. Saat ini sebagian besar masyarakat yang sakit dan butuh berobat pasti adalah peserta JKN, karena memang sangat membantu,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, suami Noni, Syahputra mengutarakan bahwa dirinya kini menjadi lebih tenang bekerja karena saat ini fokus dengan kesembuhan anaknya. Biaya yang sudah dikumpulkan untuk pengobatan bisa dipakai untuk biaya operasional saat anaknya dirawat di rumah sakit.
Ia merasa sangat bersyukur karena keluarganya telah terdaftar menjadi peserta JKN melalui perusahaan tempat ia bekerja. Dengan demikian, ia tak perlu khawatir mengeluarkan biaya banyak saat anaknya harus di operasi atau bahkan saat salah satu dari mereka sakit dan membutuhkan layanan kesehatan.
“Menurut saya, perlindungan kesehatan ini sangat penting. Apalagi di zaman sekarang biaya pengobatan sangat mahal, belum lagi biaya kebutuhan yang saat ini naik. Tak ada salahnya kita menyisihkan setiap bulannya untuk membayar iuran JKN. Karena manfaatnya tak hanya bagi diri kita, akan tetapi juga bagi orang lain yang membutuhkan,” kata Syahputra.
REL/RED






