KARO, SUMUTBERITA.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) konsisten memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran program JKN dianggap sangat membantu saat keluarga membutuhkan akses layanan kesehatan ketika sakit.
“Sudah beberapa kali saya berobat tanpa dikenakan iur biaya. Semuanya gratis berkat sudah menjadi peserta JKN,” tutur Santa Margaretta Br Purba (33) saat ditemui Tim Jamkesnews saat tengah berobat di salah satu rumah sakit swasta di kota Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (18/9/2025).
Ia menceritakan, dua hari sebelumnya ia merasakan kaku dan nyeri di bagian leher sampai sulit menoleh ke kanan dan kiri. Awalnya, ia mengira mungkin hanya salah posisi ketika tidur. Namun lama kelamaan ia mengalami kondisi kaku dan sakit seperti di tusuk-tusuk.
“Saya jadi terganggu beraktifitas. Akhirnya saya pergi berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar. Setelah dilakukan pemeriksaan dan diberikan obat namun tak kunjung sembuh, sehingga saya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan,” ujar Santa.
Setibanya di rumah sakit, kata Santa, ia cukup menunjukkan nomor antrean online yang sudah diambil melalui aplikasi Mobile JKN di loket pendaftaran. Setelahnya, ia kemudian mengantri menunggu giliran di ruang poliklinik untuk berobat.
“Saat ini saya rasa semakin simple alur layanan JKN, karena beberapa tahun lalu kalau mau berobat masih harus menunjukkan berkas fotokopi kartu keluarga, KTP, dan berkas lainnya. Saat ini cukup pakai HP saja. Bahkan juga bisa hanya pakai KTP. Saya kebetulan masih menunggu giliran berobat, senang sekali bisa berbagi pengalaman dengan petugas BPJS kesehatan secara langsung,” tuturnya.
Santa lalu dirujuk ke poli saraf untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ia turut bercerita bahwa tahun lalu dirinya juga pernah di rawat inap di rumah sakit karena terkena asam lambung. Waktu itu ia mengalami nyeri dada dan perut pada tengah malam. Suaminya lalu bergegas membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di salah satu rumah sakit.
“Memang kalau sudah lambung yang sakit, kita bisa sampai keringat dingin dan lemas hingga hampir tak sadarkan diri. Sampai di IGD saya langsung ditangani dan tidak ada administrasi yang mempersulit saya. Justru saya merasa sangat nyaman dengan pelayanan dari dokter dan perawatnya. Saya ditangani dengan baik sampai sembuh,” ungkap Santa lagi.
“Seminggu kemudian saya kembali kontrol pasca rawat inap untuk memastikan lambung saya sudah benar-benar pulih. Lagi-lagi saya puas dengan pelayanan yang diberikan. Dokter turun memberikan saran mengenai pola makan yang baik untuk mencegah agar penyakit lambung yang saya derita tidak muncul lagi,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, lanjut Santa, ia juga terus mengecek secara rutin status keaktifan kepesertaannya melalui aplikasi Mobile JKN, sehingga tidak perlu ragu ketika ingin berobat. Ia berharap, program ini bisa terus dilanjutkan agar semakin banyak orang bisa merasakan manfaatnya. Terlebih, kualitas layanan yang didapatkan dari fasilitas kesehatan semakin hari semakin baik.
“Kepada seluruh masyarakat agar menjaga kesehatan dan berjaga-jaga sebelum terjadi sakit. Salah satunya dengan mendaftarkan diri sebagai peserta JKN dan memastikan rutin membayar iuran sebelum tanggal sepuluh setiap bulannya. Dengan rutin membayar iuran, kita dapat terhindar dari denda layanan ketika tiba-tiba memerlukan layanan rawat inap,” pungkasnya.
REL/RED






