KARO, SUMUTBERITA.com – Kondisi penyakit masyarakat (pekat) di Karo sudah dalam tahap darurat. Tak hanya narkotika, praktek berbagai jenis judi juga kian menggerus kondisi ekonomi masyarakat. Polisi seolah tak berdaya. Apakah tak mampu atau malah memberi restu.
Dari berbagai temuan SUMUTBERITA.com, sejumlah jenis judi telah membelenggu masyarakat di antaranya, judi togel, judi dadu, dan tengah tren saat ini yakni judi berbasis digital yang dimainkan secara daring. Jenis judi ini kerap disebut judi slot.
Informasi teranyar yang diperoleh awak media ini, pertumbuhan judi jenis togel juga kian subur di Karo. Judi yang tergolong legendaris ini hampir tak pernah mati. Tak sedikit pihak yang ingin terlibat dalam pengelolaan judi ketangkasan jenis angka ini.
Terbaru, nama seorang pria asal kota dingin Berastagi, Mburak Ginting disebut-sebut sebagai bandar besar yang sukses mengendalikan putaran judi togel setiap harinya di Berastagi dan sekitarnya. Informasi beredar, Mburak mampu menghasilkan omzet mencapai 30-50 juta untuk siang dan malam.
Masuk akal tentunya. Pasalnya, Mburak disebut bersedia menampung pembelian nomor tebakan angka dari pelanggan dalam tiga jenis judi togel yang tersedia. Ketiga jenis judi togel tersebut di antaranya, Sidney (tersedia siang) , Singapura (sore), dan Hongkong (malam).
Tak hanya Mburak. Informasi lainnya, untuk kota Kabanjahe dan sekitarnya, nama Eka juga turut dikait-kaitkan dalam jenis judi yang sama. Tapi Eka bukan berperan sebagai bos besar. Ia disebut hanya berperan sebagai koordinator lapangan. Dibelakangnya, ada peran seorang oknum dari kesatuan samping yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Wilayahnya bukan main. Eka disebut-sebut punya kaki tangan yang kerap disebut juru tulis (jurtul) dan tukang rekap di banyak area di kota Kabanjahe, termasuk beberapa desa yang masih berdekatan dengan ibu kota Kabupaten Karo itu.
Eldi Sembiring Disebut Pengepul “Mil”
Dibalik kegiatan yang berbenturan dengan hukum, tentu harus berurusan dengan polisi. Hal ini juga yang kerap menjadi pertanyaan terkait kian tumbuh suburnya berbagai kegiatan perjudian di Karo. Mata masyarakat lantas tertuju ke Polres Tanah Karo.
Dari hasil penelusuran awak media ini, mulusnya berbagai praktik judi ini, kuat dugaan ada campur tangan dari pihak Polres Tanah Karo khususnya dari Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim). Wajar saja, berbagai praktik judi ini tak sulit ditemui di berbagai lokasi di Kabanjahe dan Berastagi.
Salah seorang sumber tepercaya mengungkapkan, salah seorang personel Sat Reskrim Polres Karo, Aipda Eldi Sembiring dipercaya oleh satuan untuk berhubungan dengan para penggiat judi di Karo. Kuat dugaan, biaya “buka kunci” hingga iuran rutin mingguan atau yang kerap disebut “mil” wajib disetor melalui oknum polisi berpostur tinggi itu.
“Eldi Sembiring ini diduga ditugaskan untuk berkomunikasi sama para bandar. Orangnya cukup lihai berkomunikasi. Jadi siapapun yang mau buka kegiatan judi harus berkoordinasi dulu sama dia. Kalau nggak ada koordinasi, pasti langsung disikat,” ungkap sumber.
Bersambung…
EDITOR: RED













