Nasional

Festival Kopi Karo 2, Cory : Kopi Karo Diharapkan jadi Komoditi Ekspor Unggulan

Wakil Bupati Karo Cory Sriwati br Sebayang bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo Sarjana Purba mengunjungi salah satu stand kopi Karo dalam acara Festival Kopi Karo 2. SUMBER/Ist

TANAH KARO – SUMBER

Dataran tinggi Karo selain sebagai produsen tanaman hortikultura dan pangan, juga memiliki komoditi perkebunan primadona, yakni kopi Karo. Beberapa tahun belakangan, komoditi ini banyak diminati penikmat kopi. Kedepan, kualitas kopi ini harus dapat ditingkatkan.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Karo Cory Sriwati br Sebayang saat membuka Festival Kopi Karo 2 di Open Stage Taman Mejuah-juah Berastagi yang digelar selama dua hari, Sabtu – Minggu 8-9 Desember 2018. Kegiatan ini bertema “Kopi Kita Kopi Karo”.

“Areal kopi kita yang diapit oleh dua gunung berapi aktif, Sibayak dan Sinabung, tentunya menghasilkan cita rasa yang sangat khas. Oleh karena itu, kita harus berbenah. Mulai dari teknik penanaman kopi, budi daya serta pengolahan pasca panen, hendaknya dikerjakan secara profesional,” jelas Cory.

Menurutnya, kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Nasional, khususnya sebagai sumber pendapatan dan devisa negara juga penyedia lapangan kerja.

“Beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan penikmat kopi dalam negeri. Disamping itu, pengetahuan masyarakat mengenai khasiat kopi untuk kesehatan sudah meningkat. Seiring dengan hal itu, permintaan untuk konsumsi juga meningkat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui penyelenggaraan Festival Kopi Karo 2 ini, ia mengharapkan hal ini bermanfaat bagi petani kopi, praktisi kopi, pemerhati kopi serta masyarakat Karo. Dengan demikian, kopi Karo semakin dikenal dan menjadi komoditi ekspor unggulan.

Dalam kesempatan ini, ia juga meminta Dinas Pertanian Karo agar lebih memperhatikan petani. “Bagi pelaksana dan penjual kopi, pilihlah yang terbaik agar kopi Karo tetap menjadi yang terbaik. Diharapkan, para kepala desa dan Camat agar memperhatikan para petani kopi,” tutupnya.

Sementara, Konsultan BNPB, Budi mengatakan, pihaknya sejak 2015 telah menggandeng petani kopi di kawasan terdampak Sinabung pada acara Pesta Mejuah-juah. “Melihat prospek serta daya tahan kopi terhadap dampak erupsi, BNPB dengan stakeholder lainnya mulai berniat mengembangkan kopi di Karo,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo Sarjana Purba STP MM selaku panitia penyelenggara menyampaikan, areal pertanaman kopi di Karo saat ini, seluas 8.400 hektar. Kopi yang ditanam di atas perkebunan rakyat itu, mampu menghasilkan 1,5 ton tiap hektar per tahunnya.

“Ini akan tingkatkan agar menambah pengetahuan petani untuk mengelola kopi sehingga daya jual kita akan semakin tinggi. Selain itu, kopi Karo belum terdaftar secara hukum. Tahun depan, akan kita branding agar terdaftar di Menkumham RI,” harapnya.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas