Daerah

Seleksi Mutu Faskes Melalui Kredensialing

Staf bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan cabang Kabanjahe, Amrin (kiri) brrbincang dengan Dokter Praktek Perorangan (DPP) Elvida Purba di Desa Tiga Lingga, Kabupaten Dairi. SUMBER/dok

DAIRI – SUMUT BERITA

BPJS Kesehatan sebagai badan pelaksana, wajib melakukan pengembangan pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya berusaha memenuhi ketersediaan provider penyedia layanan kesehatan dan memperkecil gap antara fasilitas kesehatan yang tersedia sebagai provider penyedia layanan kesehatan dengan tuntutan yang semakin tinggi dari peserta untuk mempermudah akses fasilitas kesehatan.

“Idealnya, perbandingan jumlah peserta dan ketersedian dokter serta Faskes adalah 5000 : 1. Artinya, jika jumlah peserta JKN-KIS di suatu wilayah sudah mencapi 5000 jiwa, maka minimalnya harus ada satu dokter disana,” terang Amrin, salah seorang staf bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan cabang Kabanjahe.

Dengan bertambahnya jumlah dan kebutuhan peserta JKN-KIS, tentu akan menuntut BPJS Kesehatan untuk semakin meningkatkan jaringan layanan kesehatan baik dalam kualitas fasilitas kesehatan maupun peranan fasilitas kesehatan dalam upaya kendali mutu layanan kesehatan. Salah satu upaya dalam mencapai hal tersebut adalah dengan melakukan kredensialing terhadap calon fasilitas kesehatan yang akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Kredensialing adalah proses seleksi awal melalui penilaian terhadap pemenuhan persyaratan bagi fasilitas kesehatan yang akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Seperti halnya, Kamis (9/8/2018), giliran Dokter Praktek Perorangan (DPP) Elvida Purba di Desa Tiga Lingga, Kabupaten Dairi yang dikunjungi untuk proses rekredensialing.

Dari hasil mapping, jumlah peserta JKN-KIS di desa ini sudah mencapai 13.000 jiwa sedangkan jumlah dokter yang tersedia hanya satu yakni di Puskesmas Tiga Lingga. “Dengan gap yang jauh ini, tentu kita perlu melakukan kerjasama dengan faskes lain. Salah satunya adalah dengan DPP Elvida Purba ini. Tentunya melalui proses kredensialing terlebih dahulu,” ujar Amrin.

Hingga saat ini, BPJS Kesehatan cabang Kabanjahe telah bekerjasama dengan 95 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari 45 Puskesmas, 25 Klinik Pratama, 16 DPP, 6 Klinik TNI/Polri, dan 3 Praktek Dokter Gigi.

Lebih lanjut Amrin menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan mapping di beberapa wilayah seperti di Desa Sigalingging, Buntu Raja, Berampu, Munthe, Mardinding dan Kutabuluh dalam rangka memastikan akses pelayanan kesehatan dengan mutu yang optimal bagi peserta JKN-KIS disana.

  • REL/ RED
Ke Atas