Daerah

Pengurus Lembaga Adat Budaya Karo “Lakonta” Resmi Dilantik

Ketua Umum Lakonta, Drs. Sarjani Tarigan MSP bersama pengurus lainnya yang dilantik oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH. SUMBER/Ist

TANAH KARO – SUMBER

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH secara resmi melantik pengurus DPP Lembaga Adat dan Budaya Karo “Lakonta” bersama Dewan Penasehat, AKBP Heppi Karo-Karo SE, Dr. Yakup Ginting SH CN M.Kn dan Prof Paham Ginting di Gedung Kesenian, Open Stage Taman Mejuah-Juah Berastagi, Sabtu (23/6/2018).

Pelantikan ini disaksikan oleh Wakil Bupati Karo Cory Sriwati br Sebayang dan seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Karo. Dr. Yakub Ginting SH CN MKn juga bertindak sebagai narasumber bersama Moderator, Berlian br Tarigan SH MH pada seminar budaya bertopik “Pesan Etika Moral dalam Budaya Adat Karo” ini.

Menurut Yakub, perkembangan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi telah menimbulkan pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat yang pada gilirannya akan mempengaruhi kebudayaan. Akan tetapi, dalam masyarakat tertentu (Karo-red), masih ada nilai-nilai budaya yang tetap hidup lestari.

Ia berpendapat, perlu dilakukan antisipasi atas kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak mengikis nilai-nilai budaya Karo. “Nilai-nilai etika dan moral yang didapat dalam budaya Karo, perlu dilestarikan dan disosialisasikan kepada masyarakat Karo khususnya generasi muda,” jelas Hakim Agung Mahkamah Agung RI ini.

Menurutnya, dalam budaya adat Karo terkandung banyak nilai etika dan moral yang mengatur tentang tingkah laku serta cara berpikir yang baik dan bermanfaat jika diterapkan dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

Lebih jauh disampaikan, menurut hasil penelitian Belanda, suku Karo bersifat demokratis. “Karena itu, Belanda memberi nama Karo Demokrat Republikan. Dari seluruh suku-suku jajahan Belanda di Asia-Afrika, suku Karo lah yang paling demokratis,” jelasnya.

Sementara, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH seusai melantik Pengurus DPP Lakonta mengajak seluruh pengurus agar dapat menjadi panutan yang dapat membimbing dan mengarahkan masyarakat serta menjadi garda terdepan dalam memberikan sumbangan pikiran secara pro aktif demi kemajuan Kabupaten Karo.

Menurutnya, Lembaga Adat dan Budaya harus mampu mengambil peranan positif dan produktif di berbagai dimensi kehidupan, termasuk menyelesaikan beragam konflik sosial yang timbul ditengah masyarakat Karo.

“Mengingat besarnya lingkup tanggungjawab Lembaga Adat dan Budaya yang semestinya dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, maka program kerja yang dirancang harus mampu mendukung peningkatan kinerja Pemkab Karo dalam mewujudkan kemajuan tanpa meninggalkan jati diri sebagai masyarakat Karo,” katanya.

Untuk itu, ia mengharapkan agar konsep program kerja dapat diselenggarakan lebih riil dan terukur dalam rangka menerapkan berbagai norma, nilai-nilai luhur budaya khazanah adat Karo yang telah diwariskan. Peran lembaga adat diarahkan untuk menjaga nilai-nilai budaya bangsa yang berorientasi pada toleransi, gotong royong dan kekeluargaan.

“Nilai-nilai tersebut juga sudah ada pada masyarakat Karo, seperti budaya kesopanan (mehamat man sangkep nggeluh), budaya mehangke (segan), ini yang harus diangkat kembali,” tutupnya.

Ketua Umum Lakonta, Drs Sarjani Tarigan MSP didampingi Sekretaris Drs Kenan Ginting MPd dan Bendahara Sumiati br Surbakti mengharapkan agar Lembaga Adat dan Budaya Karo dapat diperdakan oleh Pemkab Karo agar lebih kuat bergerak di bawah payung hukum Peraturan Daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan merupakan kebijakan cerdas dan benar untuk membangun dan melestarikan budaya Karo.

Berdasarkan amatan SUMUT BERITA, pelantikan ini dimeriahkan berbagai stand pameran kuliner, obat-obat tradisionil, benda-benda tradisionil serta pagelaran seni budaya tari Gundala-gundala, Ndikkar dan Perkolong-kolong. Sementara, hiburan malam di Open Stage dilaksanakan pementasan band Karo bersama artis-artis Karo.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas