Daerah

Sidang Gugatan Perdata di PA Kabanjahe, Pihak Tergugat Tidak Dapat Hadirkan Saksi

Zulkifli Purba selaku pihak penggugat dalam kasus gugatan harta warisan di PA Kabanjahe. SUMBER/Ist

TANAH KARO – SUMBER

Patimah br Ginting (marga ditabalkan) selaku tergugat kasus harta warisan bersama kuasa hukumnya Sehati Halawa SH MH, tidak dapat menghadirkan saksi pada sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Agama (PA) Kabanjahe, Rabu (9/5/2018).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh SUMUT BERITA dari kuasa hukum penggugat Albasius Depari SH menyebutkan, sidang kali ini akhirnya di skorsing oleh majelis hakim, karena kuasa hukum tergugat tidak bisa menghadirkan saksi di ruang sidang.

Menurutnya, pada sidang perdata yang masih beragendakan pemeriksaan alat-alat bukti berupa surat-surat ini, kuasa hukum tergugat hanya menyerahkan surat nikah Alm. Maju Purba dengan dengan Fatimah br Ginting. Ya, Alm. Maju Purba adalah ayah kandung dari penggugat, Zulkifli Purba.

“Padahal, hakim sudah memberikan waktu maksimal dan cukup lama, tapi sampai hari ini saksi belum bisa dihadirkan. Selanjutnya, hakim akan berembuk tentang dispensasi kepada tergugat, apakah masih bisa atau tidak menghadirkan saksi pada sidang berikutnya,” jelas Albasius.

Pada sidang lanjutan ini, kata dia, majelis hakim menyimpulkan bahwa waktu penyerahan alat bukti sudah tertutup karena sudah diberikan sebanyak lima kali. “Agenda selanjutnya akan digelar 23 Mei 2018 yakni memutuskan permohonan penggugat tentang pengajuan ahli spesialis kanker paru-paru dan ahli perdata,” tuturnya.

Albasius mengaku sangat mengapresiasi keputusan majelis hakim ini. Menurutnya, ini merupakan hal yang wajar, tindakan tegas ini wajib diambil karena sudah terkesan mengulur-ulur waktu sidang.

“Jadi keputusan hakim sudah cukup bijaksana. Memang sudah seharusnya diberikan teguran dan lebih tegas, karena waktu persidangan sudah mendekati enam bulan. Maka menurut saya cukup baik memutuskan hasil skorsing tadi,” pungkasnya.

Kuasa hukum tergugat, Sehati Halawa SH MH melalui asistennya kepada hakim di ruang sidang mengatakan, tidak hadirnya saksi karena mengalami gangguan kesehatan. “Waktu saya telepon tadi, saksi mengaku tidak bisa hadir karena kurang sehat,” jelasnya.

Sementara, terkait surat permohonan perdamaian (mediasi) yang dilayangkan kepada kuasa hukum tergugat di ruang sidang pada bulan lalu, hingga kini belum ada itikad baik dari tergugat. “Tadi saya sudah menemui salah satu tergugat, Parma Purba. Ia mengaku tidak tahu menahu soal itu. Ia mengatakan akan menyerahkan hal itu kepada pengacaranya,” jelas Albasius.

Albasius menegaskan, upaya pengajuan permohonan perdamaian tersebut, bukan menandakan ketakutan pihaknya. “Alangkah lebih baik jika itu terlaksana. Toh, semua harta warisan itu kan milik ayah kandung Zulkifli. Sudah sewajarnya dia menuntut haknya, karena dia tidak ada mendapat bagian sedikitpun,” tutupnya.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas