Daerah

Sidang Gugatan Harta Warisan di PA Kabanjahe, Kuasa Hukum Penggugat Pertanyakan soal AJB

Kuasa hukum penggugat Albasius Depari SH saat keluar dari ruang persidangan Pengadilan Agama Kabanjahe. SUMBER/pardi simalango

TANAH KARO – SUMBER

Sidang lanjutan kasus perdata atas gugatan Zulkifli Purba terhadap Patimah br Ginting di Pengadilan Agama (PA) Kabanjahe, menuai banyak tanda tanya, Rabu (18/4/2018). Sidang kali ini masih beragendakan pemeriksaan alat-alat bukti berupa surat-surat.

Zulkifli Purba melalui kuasa hukumnya, Albasius Depari SH dan Eko Haridani Depari SH yang berkantor di Sembiring Siahaan Law Office di Jakarta kepada wartawan usai persidangan menjelaskan bahwa, penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) tertanggal 17 Desember 2015 dilakukan saat Alm. Maju Purba sudah meninggal.

Diketahui, Alm. Maju Purba selaku ayah kandung Zulkifli Purba, meninggal pada tanggal 16 Desember 2015 lalu. Albasius lantas mempertanyakan kenapa AJB ditandatangani oleh Andi Syahputra mewakili Alm. Maju Purba sebagai penjual yang sudah meninggal.

“Andi Syahputra ini siapa? Kok berani-beraninya dia mewakili penandatanganan jual beli? Jika demikian, ini jelas sudah masuk ranah pidana,” ungkap Albasius.

Menurutnya, aset yang dimaksud dalam AJB tersebut berupa rumah kontrakan sebanyak 50 unit dan losmen di Jalan Trimurti Berastagi, yang sudah dialihkan kepada Parma Purba (anak kandung Patimah br Ginting) dari Alm. Maju Purba. AJB ini dikeluarkan oleh Jantoni Tarigan SH selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Kabanjahe.

AJB yang telah dialihkan atas nama Parma Purba ini, terungkap ketika pembuktian alat-alat bukti surat dari tergugat Patimah br Ginting. Dengan demikian, ungkapnya, ada indikasi penandatanganan jual beli aset tersebut, dilakukan oleh Patimah bersama anak-anaknya saat Alm. Maju Purba menderita sakit parah.

“Jika seseorang dalam keadaan sakit atau tidak sadar, tidak boleh (tidak sah) dilakukan penandatanganan suatu dokumen atau surat perjanjian penting apapun, karena yang bersangkutan dianggap tidak dalam keadaan normal dalam berpikir,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, berdasarkan Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 3641K/Pdt/2001, menjelaskan tentang penyalahgunaan keadaan yang menyebabkan batalnya Akta Notaris.

Berdasarkan amatan SUMUT BERITA, di ruang sidang, kuasa hukum penggugat Albasius Depari SH telah memberikan surat perdamaian kepada kuasa hukum tergugat Sehati Halawa SH MH, yang diterima oleh Laila SH.

Penyerarahan surat ini disaksikan oleh Majelis Hakim Muhammad Razali S.Ag SH MH dan Hakim Anggota Arif Irhami S.H.I M.Sy dan Syakdyah S.H.I MH beserta anak kandung Patimah br Ginting yakni Susmianti br Purba dan Lacemi br Purba.

Untuk diketahui, sidang harta warisan ini akan kembali digelar pada Rabu 25 April 2018 mendatang. Menurut Majelis Hakim, sidang lanjutan berikutnya beragendakan pemeriksaan alat bukti dari pihak tergugat dan saksi.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas