Daerah

Polsek Simpang Empat Tangkap Tiga Pelaku Pencurian dan Pengrusakan

Ketiga pelaku berikut barang bukti mesin pompa air diapit oleh Kapolsek Simpang Empat AKP Nazrides SH (kiri) dan Kanit Reskrim Aiptu Solo Bangun. SUMBER/pardi simalango

TANAH KARO – SUMBER

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Simpang Empat menangkap tiga orang pria yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencurian dan pengrusakan tanaman dilahan Juma Uruk Pola Mantek di Desa Cinta Rayat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Senin (23/4/2018).

Penangkapan ketiga pelaku berdasarkan Laporan Polisi : No. LP/330/IV/2018/SU/RES T.KARO/SEK.SIMPANG tertanggal 17 April 2018 atas nama pelapor Indah Tarigan, warga Kelurahan Gundaling ll, Kecamatan Berastagi.

Adapun ketiga pelaku yang ditangkap dan kini telah ditahan tersebut masing-masing berinisial NS (39), US alias Dani (52) dan KT (23). Ketiga pelaku merupakan warga Desa Cinta Rayat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun SUMUT BERITA dari pelapor, Indah Tarigan di Berastagi menjelaskan, peristiwa itu awalnya diketahui saat ia bersama aparat desa mendatangi kebun miliknya, Sabtu 31 Maret 2018 pukul 08.30 WIB lalu.

Saat itu, mereka mendapati gubuk dikebun miliknya dalam keadaan rusak. Mereka selanjutnya mengecek barang-barang yang tersimpan didalam gubuk. Namun, barang-barang berupa mesin pompa air, obat-obatan tanaman dan drum plastik, telah menghilang dari tempat tersebut.

Selain itu, buah cabe yang diperkirakan sebanyak 500 Kg, juga telah ludes dari batangnya. Mereka juga mendapati pohon cabe berjumlah sekitar 8.000 batang yang ditanam pelapor, telah rusak (mati) setelah sengaja disemprot menggunakan roundup (racun) oleh para pelaku.

Ia memperkirakan, kerugian dirinya atas peristiwa ini secara keseluruhan mencapai Rp 50 juta. Menurutnya, pihaknya telah mendokumentasikan keadaan kebun dan selanjutnya mencari informasi terkait otak pelaku peristiwa. Ia akhirnya melaporkan kejadian tersebut usai meyakini siapa otak pencurian dan pengrusakan.

“Sebelum melapor ke polisi, saya sudah melapor ke perangkat desa. Mereka telah memanggil para pelaku ke kantor kepala desa. Dihadapan perangkat, kepala desa dan warga yang hadir, pelaku berinisial US mengaku telah mengambil mesin pompa air milik saya,” tutur Indah.

Disamping itu, lanjutnya, pelaku lainnya berinisial NS mengaku mengutip buah cabe dari batang cabe miliknya (pelapor). Perbuatan itu dilakukan NS atas suruhan KS (belum ditangkap). Buah cabe tersebut diserahkan NS kepada KS yang berperan membawa dan menjual cabe tersebut ke pasar.

“NS juga mengaku bahwa ia bersama KT hanya sebagai aron (pekerja) yang disuruh oleh KS mengutip buah cabe milik saya dengan upah Rp 70 ribu per orang,” jelas Indah sesuai pengakuan NS.

Sementara, Kapolsek Simpang Empat AKP Nazrides SH kepada awak media membenarkan telah menangkap dan menahan ketiga orang tersebut. Menurutnya, atas keterangan ketiga pelaku, dua warga lainnya berinisial KS dan JG turut terlibat dalam kasus tersebut.

“Kita akan tetap bekerja secara profesional untuk mengungkap kasus pencurian dan pengrusakan ini. Kita akan bertindak tegas dan memproses secara hukum bagi siapa saja yang terlibat. Selanjutnya, kita akan segera memanggil KS dan JG untuk dimintai keterangan,” tutup Nazrides.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas