Daerah

JAPFA Ajak Guru Ikuti Pelatihan Pembelajaran Kreatif di Karo

Para guru SDN di kawasan relokasi pengungsi Gunung Sinabung Siosar yang mengikuti pelatihan pembelajaran kreatif yang diselenggarakan oleh JAPFA melalui anak usahanya PT Indojaya Agrinusa, Kamis (4/4/2018) lalu. SUMBER/pardi simalango

TANAH KARO – SUMBER

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya PT Indojaya Agrinusa menyelenggarakan pelatihan pembelajaran kreatif bagi guru dari 9 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kawasan relokasi pengungsi Gunung Sinabung Siosar, Kecamatan Merek, Kamis (4/4/2018) lalu.

Kegiatan ini penting, guna meningkatkan kapasitas proses belajar mengajar sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan program pendampingan melalui CSR JAPFA4Kids untuk pendidikan di Karo selama 6 bulan kedepan.

Head of Social Investment and Corporate Communication JAPFA, Retno Artsanti Alif menyampaikan, memasuki satu dasawarsa pelaksanaan program JAPFA4Kids, ia menilai bahwa pendidikan tidak hanya mengenai anak, namun juga ekosistem pendidikan itu sendiri yakni guru.

Untuk itu, kata dia, JAPFA kembali merancang hal baru, yakni pengembangan guru SD dengan tema Pembina Duta. Program ini perlu dilaksanakan, mengingat peningkatan kualitas guru menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, diantara kesejahteraan serta fasilitas kepada guru yang sudah dipenuhi oleh pemerintah.

“Program ini rencananya akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Kami adakan workshop, monitoring dan evaluasi hingga mencapai tujuan untuk membantu guru-guru menjadi lebih kompeten dan selalu mengikuti perkembangan program belajar mengajar dengan baik,” papar Retno Artsanti.

Sementara, Tekson Manalu selaku Farm Manajer PT Indojaya Agrinusa mengatakan, sebagai daerah relokasi, perkembangan sekolah dan pemukiman di Siosar layak diperhatikan. Selain itu, ada 9 SD yang berlokasi tak jauh dari kawasan Siosar, yang juga dibina oleh JAPFA.

“Pengembangan para guru dari 9 SD ini tidak berhenti disini. Ada pendampingan dari tim yang ikut dalam pengembangan kompetensi para guru. Bahkan, tiga bulan mendatang akan kembali diadakan pelatihan sebagai upaya mendorong keberlanjutan dan peningkatan kompetensi para guru dalam melangsungkan proses belajar mengajar,” jelas Tekson.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini baru kali pertama dilaksanakan di Karo. Kendati demikian, ia menilai jika pelatihan ini mendapatkan respon dan apresiasi yang menggembirakan dari para guru yang hadir dalam workshop tersebut.

Pengakuan tersebut disampaikan oleh Tina Purba, Guru SDN 044844 Gurubenua. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat baginya. Meski pelatihan ini baru pertama kali dilaksanakan, namun ia sudah dapat mengambil manfaatnya.

Hal itu turut ditimpali oleh Juriani Bukit dan Media Oktoberta Ginting, Guru SDN 048098 Kutambelin. Mereka menilai, materi yang disampaikan cukup jelas, karena dapat dipraktekkan langsung di kelas. “Metode pelatihan ini sangat variatif dan tidak membosankan, diharapkan berkelanjutan dan tidak selesai disini,” harap mereka.

Untuk diketahui, program pelatihan ini menggunakan metode Brain Based Learning Methods (belajar berdasarkan pembelajaran otak). Metode ini memberikan pelatihan tentang cara kerja otak serta melalui pendekatan dalam pengajaran yang disesuaikan dengan cara kerja otak.

Sementara, JAPFA4Kids merupakan program sosial yang didedikasikan untuk kesejahteraan anak-anak pedesaan Indonesia. Program ini difokuskan pada kebersihan dan kesehatan anak-anak di Indonesia mulai usia 6 hingga 12 tahun dan telah dilangsungkan sejak tahun 2008 dan diadaptasi secara lokal di lebih dari 630 SD di 21 provinsi di Indonesia.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas