Daerah

Wow.. KPK Tetapkan 38 Mantan dan Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Suap

Surat dari KPK yang beredar di kalangan wartawan Kota Medan terkait penetapan tersangka ke 38 mantan dan anggota DPRD Sumut. SUMBER/dok

MEDAN – SUMBER

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 38 orang anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Informasi tersebut diperoleh SUMUT BERITA pasca beredarnya foto surat dari KPK bernomor B/227/DIK.00/23/03/2018 perihal pemberitahuan yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kota Sumut Wagirin Arman. Surat tersebut beredar di kalangan wartawan Kota Medan.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman, KPK tengah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji dari Gatot Pujo Nugroho. Penetapan tersangka ke 38 nama ini, pasca pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumut beberapa waktu lalu.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun ke 38 mantan dan anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka diantaranya, Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M. Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga.

Kemudian, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap.

Kemudian, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.

Sementara, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman saat dihubungi wartawan melalui selularnya, Jumat (30/3/2018) malam, enggan berkomentar banyak. Ia juga mengaku belum mendapat surat tersebut. “Sabar ya rekan-rekan. Saya kan masih libur, nanti senin ke kantor,” katanya.

Meski demikian, ia percaya dengan isi surat yang beredar tersebut. “Tidak akan mungkin ada yang bermain-main dengan KPK. Saya tau informasi ini, saya sudah kroscek ke beberapa orang yang bisa dipercaya. Terima kasih atas informasi ini,” tandasnya.

  • REDAKSI
Ke Atas