Daerah

Kecam “Pungli” Rastra, SAPMA PP Karo akan Polisikan Pj Kades Gurukinayan

Ketua SAPMA PP Kabupaten Karo Andi Ardinata Ginting (tengah) saat berkunjung ke kawasan terdampak erupsi Gunung Sinabung di Desa Perbaji. SUMBER/julius sandaya s

TANAH KARO – SUMBER

Ketua Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Karo Andi Ardinata Ginting, mengecam pengutipan biaya tebus bantuan sosial (bansos) beras sejahtera (rastra) sebesar Rp 10 ribu yang dilakukan oleh Pj Kepala Desa Gurukinayan Jason Pelawi, Jumat (9/3/2018) lalu.

Pernyataan ini diungkapkan Andi kepada SUMUT BERITA saat mengunjungi dua desa terdampak erupsi Gunung Sinabung di Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket dan Desa Selandi, Kecamatan Payung, Minggu (11/3/2018). Kunjungan ini dalam rangka persiapan pemberian bantuan sosial di dua desa yang kerap dilalui lahar dingin Gunung Sinabung ini.

Ia menilai, tindakan ini tidak menunjukkan sisi kemanusian. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya siap melawan bentuk kezoliman tersebut. “Ini sangat disayangkan, terlebih beliau adalah seorang pendidik (guru). Dia tidak memberi contoh yang baik. Jabatan membuatnya lupa diri, benar-benar enggak punya hati,” kecam Andi.

Ia menegaskan kepada kader Pemuda Pancasila di Karo khususnya lingkar Sinabung, agar sigap dalam setiap kondisi bencana dan tanggap akan keluhan kesah warga Sinabung. “Ini akan kita laporkan ke Polres Karo. Bukti-bukti dan data sudah kita kumpulkan untuk laporan tersebut,” cetusnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Perbaji Martin Ginting ketika dimintai keterangan terkait pembagian bansos rastra menjelaskan, pihaknya juga sudah membagikan rastra kepada 40 Kepala Keluarga (KK) dari total 205 KK warga Desa Perbaji.

“Kami pemerintahan Desa Perbaji sudah membagikan rastra tersebut. Sepeserpun kita tidak membebankan biaya ke masyarakat, baik uang transportasi maupun uang lelah. Karena kemarin saat musyawarah ditekankan tidak boleh ada pengutipan,” terangnya.

Menurutnya, segala bentuk biaya yang dikeluarkan dalam pembagian rastra ini, para kepala desa diminta untuk mendahulukan dana dari desa. Dana tersebut nantinya akan diganti dikemudian hari mengingat segala biaya sudah ditampung dalam APBD Karo. “Belum tahu kapan pencairan dananya, tapi yang jelas akan diganti,” ungkapnya.

  • JULIUS SANDAYA S
Ke Atas