Daerah

Panen Raya Padi di Lau Baleng, Ini Kata Bupati Karo Soal Harga Jual Gabah

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Dandim 0205/TK Taufik Rizal Batubara SE menaiki alat mesin pemotongan padi untuk didemokan secara simbolis. SUMBER/Ist

TANAH KARO – SUMBER

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Wakil Bupati Karo Cory Sriwati br Sebayang dan Forkopimda Karo menggelar panen raya padi di Desa Rambah Tampu, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Senin (26/2/2018) sekira pukul 10.30 WIB.

Turut hadir dalam panen raya padi ini diantaranya, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara SE, anggota DPRD Karo Muhammad Rapi Ginting dan Waka Polres Karo Kompol Effendi Situmorang.

Dalam kesempatan ini, Bupati Karo menyampaikan jika kegiatan ini berkat adanya koordinasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Karo melalui UPT Pertanian Kabupaten Karo dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 09/LB.

“Pembangunan tanaman pangan merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi tumbuh kembangnya usaha-usaha tanaman pangan yang mampu menghasilkan produk mulai dari hulu sampai hilir guna mensukseskan swasembada pangan,” tutur Terkelin.

Menurutnya, panen raya padi di Desa Rambah Tampu sekaligus sebagai percepatan Serap Gabah Petani (Sergab). Hal ini, kata dia, patut diapresiasi karena setelah panen ini Kelompok Tani Parit Mbaru Arih Ersada sudah dapat menjual padi tersebut sebanyak 40 ton melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Karo.

“Harga jual padi ini melalui Dinas Ketahanan Pangan Karo mencapai Rp 4.700 per Kg. Intinya, dana yang ada di Dinas Ketahanan Pangan Karo untuk membeli padi ini ada sebanyak 40 ton. Untuk sisanya, masyarakat dapat menjual ke tempat lain,” tutup Terkelin.

Kepala UPT Pertanian Lau Baleng Berti br Tarigan mengatakan, panen raya padi ini untuk menindaklanjuti program Presiden RI Joko Widodo dalam menjaga kedaulatan pangan dengan menyerap gabah petani minimal 6 ton/ hektar yang dimulai sejak masa tanam bulan Oktober 2017 hingga panen hari ini Februari 2018.

Disampaikan, percepatan Sergab merupakan perintah Presiden RI Joko Widodo melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 20 tahun 2017. Hal ini bertujuan agar harga gabah masyarakat dapat dibeli dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Disamping itu, hal ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) RI No. 3 tahun 2017 tentang Gabah Kering Panen (GKP).

Sementara, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara SE mengungkapkan terima kasih kepada Bupati Karo, unsur Muspida dan segenap lapisan masyarakat khususnya para petani, yang telah bersedia hadir dalam panen raya padi ini.

Kegiatan ini juga mengacu pada Permentan RI No.14 tahun 2015 tentang pedoman pengawalan dan pendampingan terpadu penyuluh, mahasiswa dan bintara Babinsa serta adanya MoU antara Menteri Pertanian RI dengan Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) tahun 2017.

“MoU tersebut dalam upaya khusus peningkatan padi, jagung dan kedelai (pajale). Dimana pelaksanaan pengawalan dan pendampingan dilakukan secara terpadu. Diharapkan kedepannya, jika swasembada pangan sudah kuat, masyarakat dapat menikmati hasil komoditi dalam negeri dan tidak lagi membeli beras impor,” tutur Taufik.

Berdasarkan amatan SUMUT BERITA, Bupati Karo melakukan pemotongan padi secara simbolis bersama unsur Forkopimda Karo. Padi ini ditanam oleh kelompok masyarakat di lahan seluas 20 hektar (Ha) dari total luas keseluruhan di Rambah Tampu 1.500 Ha.

Selanjutnya, Bupati Karo bersama Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara SE menaiki alat mesin pemotongan padi untuk didemokan secara simbolis.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas