Daerah

Bupati Karo : Sampah Menumpuk Rentan Jadi Sarang Penyakit

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat menyambangi sekaligus memberikan arahan kepada petugas kebersihan di dekat Pasar Bunga dan Buah, kota wisata Berastagi. SUMBER/Ist

TANAH KARO – SUMBER

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menyambangi lokasi tempat bin kontainer sampah di Pasar Bunga dan Buah Berastagi, Jumat (2/2/2018). Ia meminta agar tumpukan sampah tidak lagi dimasukkan ke bin kontainer sampah di lokasi tersebut.

“Sampah menumpuk rentan menjadi sarang penyakit. Apalagi di kota wisata Berastagi. Banyak wisatawan atau tamu-tamu dari daerah lain datang kemudian melewati lokasi tersebut, maupun saat hendak belanja di Pasar Bunga dan Buah. Hal ini dapat menurunkan citra wisata kita,” jelas Terkelin.

Menurutnya, soal sampah tak bisa dibilang remeh. Melemparkan sampah hanya ke tempat sampah, belum juga jadi budaya. Sampah seperti sah-sah saja diletakkan di pojokan, bersama tumpukan sampah yang terlebih dulu tercipta. Apalagi mengantongi bungkus makanan sebelum menemukan tempat sampah, ini masih langka.

Disampaikan, jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan persoalan sampah di kota wisata Berastagi tidak akan pernah tuntas. Bukan hanya di Berastagi, di tempat wisata lainnya, selalu akan dijumpai kemasan minuman, kantong plastik, puntung rokok hingga beragam limbah sampah lainnya.

“Ini harus diubah, tempat penampungan sampah seluas ± 20 x 10 m2 tidak bisa lagi dibiarkan begitu saja. Inovasi dan antisipasi peningkatan volume sampah agar kebersihan dan keindahan destinasi wisata dapat tetap terpelihara dengan baik,” tuturnya.

Selain menyoroti tempat penampungan sampah, Bupati Karo menjelaskan yang membuat sebuah objek wisata dikangeni para pengunjungnya adalah keindahan alam, arsitektur dan budaya. Ada sesuatu yang lebih penting dari itu bagaimana pengelolaan sampah dan keramah-tamahan penduduknya kepada orang asing yang datang, yaitu senyuman.

Oleh karena itu, Terkelin menugaskan Kabid Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karo Hotman Brahmana, supaya membuat kajian, agar penempatan bin kontainer sampah yang ada di depan bekas Kantor Camat Berastagi tersebut dialihkan ke workshop Korpri Desa Gurusinga.

“Lokasi yang sekarang harus steril, tidak ada lagi pemandangan yang jorok, bau menyengat dan merusak pemandangan. Ini harus segera dilaksanakan. Kota wisata Berastagi udaranya harus dijaga, kesejukan udara ini jangan lagi dikotori dengan bau busuk,” tegas Terkelin.

Disamping itu, ia juga meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo Ir. Mulia Barus untuk berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Karo untuk membuat desain gambar dan perencanaan, agar lahan yang telah kosong tersebut dimanfaatkan pembangunan gedung.

Bangunan ini nantinya menggambarkan modernitas dalam bentuk arsitektur tradisional nuansa budaya Karo sekaligus menggambarkan kekayaan ketukangan dalam arsitektur budaya Karo serta kesadaran penggunaan material lokal yang murah, meriah dan bermanfaat yaitu kayu, batu, batu bata, beton dan bambu.

“Gedung baru ini nanti akan dikelola para ibu Dekranasda Kabupaten Karo. Misalnya berjualan souvenir hasil kerajinan Ibu PKK, termasuk hasil kerajinan anak-anak pengungsi,” tutup Terkelin.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas