Daerah

Bupati Karo Hadiri Rakornas Pengendalian Karhutla 2018 di Istana Negara

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Kapoldasu Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw saat memasuki istana negara. SUMBER/Ist

TANAH KARO – SUMBER

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2018 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/2/2018). Presiden RI Joko Widodo tampak didampingi Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla.

Rakornas turut dihadiri anggota Kabinet Kerja diantaranya, Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek, Menkumham RI Yasonna Laoly, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta sejumlah Gubernur, Bupati/ Wali Kota, Dandim dan Kapolres.

Kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian pemerintah. Selain upaya pencegahan, Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan agar para pembakar hutan dan lahan ditindak dengan hukum secara tegas.

“Penegakan hukum wajib bagi pelaku pembakar hutan dan lahan, tanpa pandang bulu, baik pidana maupun perdata. Permasalahan kebakaran hutan tahun ini harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Terlebih, tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” tegas Joko Widodo.

“Tahun ini kita menjadi tuan rumah Asian Games. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga Palembang. Saya ingatkan lagi, jangan sampai saat perhelatan itu ada asap Karhutla sehingga mengganggu imej juga penerbangan,” jelasnya.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya mengaku, pengarahan dari Presiden RI Joko Widodo sangat penting. Terlebih, Presiden RI yang terjun langsung menangani kebakaran hutan di Indonesia.

“Pengarahan ini merupakan tahun ketiga yang dilakukan. Pertama, 18 Januari 2016, kedua 23 Januari 2017 dan hari ini tanggal 6 Februari 2018. Arahan Bapak Presiden RI merupakan faktor kunci keberhasilan penanganan Karhutla dalam tiga tahun terakhir ini,” jelas Siti.

Usai menghadiri Rakornas, Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kepala Bappeda Karo Ir. Nasib Sianturi mengaku, strategi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Karo, pihaknya selalu bersinergi dengan TNI/Polri, BPBD, Satgas Provsu dan pihak-pihak terkait lainnya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi titik api dan tingkat bahaya Karhutla di lokasi rawan khususnya di daerah wisata Sipiso Piso, Tongging serta Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. Ini salah satu bagian dari isi pengarahan tersebut, agar masing-masing wilayahnya mencegah dan memelihara hutan.

Menurutnya, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, titik penekanannya agar jajaran wilayah yang rawan kebakaran ditingkatkan pengawasan dan patroli. Ini sangat penting, supaya tidak terjadi kebakaran hutan yang dampaknya sangat luas bagi masyarakat.

“Ini hanya penegasan ulang, karena pada 2016 dan 2017 aturannya sudah jelas. Bagi wilayah terjadi kebakaran hutan, sanksinya sudah tegas dan jelas. Kapolres dan Dandimnya dicopot. Oleh sebab itu, penekanan ulang ini supaya dipahami dan dipedomani,” ujar Terkelin.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas