Daerah

BB Pascapanen Pertanian dan Dinas Pertanian Karo Gelar FGD Pengembangan Bioindustri

Moderator FGD Dr. Siti Mariana Widayanti dari BB-Pascapanen bersama Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Karo Munarta Ginting SP dalam pelaksanaan FGD. SUMBER/Ist

TANAH KARO – SUMBER

Balai Besar Penelitian Pengembangan (Litbang) Pascapanen Pertanian (BB-Pascapanen), Kementerian Pertanian RI bersama Dinas Pertanian Kabupaten Karo menggelar Forum Group Discussion (FGD) di kawasan Komplek Stadion Samura Kabanjahe, Kamis – Jumat (7 – 8/12/2017).

Penyelenggaraan kegiatan bertema “Priority Setting” Model Pengembangan Bioindustri di Kabupaten Karo, sebagai tindak lanjut atas kesepahaman bersama antara BB-Pascapanen dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karo yang telah terjalin sebelumnya.

Kedua pihak mencoba menggali kebutuhan teknologi yang diperlukan oleh masyarakat Karo serta mencoba menghimpun masukan dari stakeholder, pelaku usaha, petani, pedagang bersama tim peneliti BB-Pascapanen Pertanian untuk kemajuan bioindustri komoditas unggulan Karo.

FGD dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Munarta Ginting SP dengan menghadirkan moderator Dr. Siti Mariana Widayanti dari Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian.

Menurut Siti, berdasarkan hasil diskusi, diperoleh informasi bahwa wortel merupakan komoditas unggulan di Karo yang membutuhkan sentuhan teknologi penanganan pascapanen terutama dalam upaya memperluas jangkauan pemasarannya.

BB-Pascapanen bersama peserta sosialisasi berfoto bersama usai pelaksanaan bimtek Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Unggulan Kabupaten Karo. SUMBER/Ist

“Teknologi pengemasan yang tepat dalam proses transportasi, dalam hal ini untuk pemasaran domestik dan ekspor masih belum optimal, sehingga tingkat kerusakan masih cukup tinggi. Tingkat kerusakan selama proses transportasi domestik (Sumut – Jawa) bisa mencapai lebih besar dari 35 persen,” papar Siti.

Untuk itu, kata dia, pihaknya perlu menyusun strategi untuk mengembangkan teknologi penanganan yang tepat untuk komoditas wortel. “Perhatian terhadap komoditas wortel ini juga perlu dipertimbangkan untuk mendapat dukungan pemerintah daerah, terlebih sejak adanya kebijakan pemerintah dalam pemberhentian impor wortel,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, BB-Pascapanen juga menggelar sosialisasi melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Unggulan Kabupaten Karo. Sosialisasi dibuka oleh Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Karo, Ir. Adison Sebayang MMA.

Sosialisasi ini dihadiri oleh penyuluh, petani, pelaku usaha dan pedagang di Karo. Para peneliti BB-Pascapanen yang terdiri dari Dr. Siti Mariana Widayanti, Ira Mulyawanti M.Si, Kun Tanti Dewandari M.Si memperkenalkan teknologi penanganan dan pengolahan cabai dan wortel.

Beberapa teknologi yang diperkenalkan diantaranya, teknologi pengolahan cabai kering utuh, bubuk cabai, minyak cabai dan cabai blok. Sedangkan untuk wortel diperkenalkan teknologi pengolahan tepung wortel, wortel iris kering, keripik wortel dan jus wortel.

“Dengan adanya pengolahan pada produk hortikultura ini, diharapkan dapat menekan terjadinya fluktuasi harga, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” tutup Siti.

Berdasarkan amatan SUMUT BERITA, para peserta dalam kegiatan ini sangat antusias mengikuti setiap sesi materi bahkan ikut serta membantu melakukan setiap proses produksi.

  • PARDI SIMALANGO/REL
Ke Atas