Daerah

Ancam dan Rusak Mobil Kepdes, Warga Desa Batukarang Dipolisikan

Mobil pick up jenis Mitsubishi L-300 milik Kepdes Batukarang Roin Andreas Bangun yang dirusak oleh warga desanya diamankan di Polres Karo. SUMBER/bryan tarigan

TANAH KARO – SUMBER

Kepala Desa Batukarang Roin Andreas Bangun melaporkan dua orang warga desanya ke Polres Karo, Rabu (18/10/2017). Ini dilakukan lantaran dirinya mengalami peristiwa pengancaman dan mobil miliknya dirusak oleh warga tersebut.

Berdasarkan keterangan Roin Andreas Bangun saat dihubungi SUMUT BERITA melalui telepon genggamnya menuturkan, peristiwa tersebut bermula saat dirinya mengumpulkan warga untuk melakukan pencarian terhadap salah seorang warga desanya yang telah hilang selama seminggu.

“Rencananya mau nyari warga itu ke Lau Biang. Karena belum banyak berkumpul, aku pergi ke warung kopi Marhayanda Sebayang. Enggak berapa lama, salah seorang warga kita atas nama Roni Ginting melintas di depan warung itu mengendarai keretanya dengan membonceng istrinya Dita br Kaban. Pas mereka lewat, aku dipelototinya,” jelas Roin.

Kemudian hanya beberapa saat berselang, keduanya kembali melintas dari depan warung tersebut. Namun kali ini, ia disenyumi oleh Roni Ginting dan ia juga membalas dengan senyuman. Nah, belum diketahui apa pemicunya, istri Roni saat itu tiba-tiba mengeluarkan kata-kata kasar bernada makian kepada kepdes.

“Aku enggak tau apa masalahnya. Dita (istri Roni) tiba-tiba ngomong begini, “Ngapain kau senyum-senyum binatang”. Walau begitu, enggak ku tanggapi dan mereka langsung pergi. Setelah itu aku minta ijin sama warga untuk duluan pulang karena khawatir masalah berlanjut,” tuturnya.

Warga desa sempat meminta agar Roin mengurungkan niat pulang ke rumah. Namun karena khawatir bercampur gugup, ia akhirnya ngotot untuk pulang. Kemudian ia menghidupkan mesin mobil pick up jenis Mitsubishi L-300 miliknya dan pergi meninggalkan lokasi tersebut.

Hanya bebeberapa meter, ia bertemu dengan adik kandungnya bernama Vinus Bangun. Ia lantas mengajak adiknya naik ke atas mobil untuk pulang bersama dengannya. Akan tetapi, di tengah jalan ia kembali bertemu dengan Roni Ginting yang saat itu bersama mertuanya Ucok Ngana Kaban.

“Dia langsung menghempaskan keretanya dan datang ke arah mobilku dengan membawa kelewang. Karena di sebelah kanan terhimpit mobil lain, dia datang dari arah kiri. Tiba-tiba dia membacok adikku, tapi adikku mengelak. Kemudian dia menebas kaca pintu mobilku sampai pecah,” ungkapnya.

Beruntung, peristiwa pengancaman dan pengrusakan ini tak berlangsung lama. Warga desa yang menyaksikan kejadian ini langsung melerai pertikaian tersebut. “Aku trauma atas kejadian itu. Ini sudah dilaporkan ke Polres Karo dan mobilku juga sudah diamankan,” jelas Roin.

Menurutnya, ini merupakan peristiwa yang terjadi kedua kalinya. Sebelumnya, kata dia, dirinya pernah dihujamkan senjata tajam oleh Roni Ginting usai menggelar sosialisasi bersama warga dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo di Desa Batukarang.

Saat itu ia juga terhindar dari maut. Pisau pelaku tidak sempat mengenai tubuhnya karena ia langsung ditarik oleh warga desa dan mengamankan dirinya ke rumah. “Ini sudah kejadian yang kedua kali. Aku juga enggak tau apa penyebabnya,” tutupnya.

  • BRYAN TARIGAN/RED
Ke Atas