Daerah

Soal Dugaan Pungli SMAN 1 Simpang Empat, Ketua DPRD Karo : Akan Kita Tindaklanjuti

Lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Simpang Empat. SUMBER/bryan tarigan

TANAH KARO – SUMBER

DPRD Karo diminta untuk memanggil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Simpang Empat, Muliana br Surbakti dan pihak komite sekolah guna memberikan keterangan terkait dugaan pungutan liar (pungli) kepada orang tua siswa soal pembelian bangku kelas.

“Kami ingin melihat, apakah pihak legislatif pro terhadap rakyat. Dalam masalah ini, kepala sekolah dan komite diduga ada kerja sama. Ini kutipan, bukan bantuan dari kami orang tua siswa. Ada tekanan disini,” jelas orang tua siswa yang minta namanya tidak ditulis kepada SUMUT BERITA, Rabu (9/8/2017).

Menurutnya, kebijakan yang dibuat komite sekolah ini sangat membebani mereka, terlebih dampak bencana erupsi Gunung Sinabung hingga kini masih menyulitkan mereka. “Siswa disini didominasi pengungsi Sinabung. Kenapa biaya yang sebegitu besar dibebankan kepada kami,” keluhnya.

Untuk itu, dalam hal ini pihaknya sangat memohon kepada DPRD Karo untuk bertindak dalam persoalan ini. “Kami diintimidasi. Kutipan yang sudah berjalan ini harus dibatalkan. Kondisi kami saat ini sangat sulit. Anggota dewan khususnya yang terpilih dari dapil kami harus bersuara,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Karo Nora Else br Surbakti saat ditemui belum lama ini menegaskan kesediaan pihaknya untuk menanggapi keluhan yang dihadapi para orang tua siswa di SMA Negeri 1 Simpang Empat.

“Kita sangat menerima keluhan orang tua siswa. Silahkan masukan terlebih dahulu suratnya ke Komisi C yang membidangi pendidikan. Selanjutnya permasalahan ini akan kita tindaklanjuti. Pihak sekolah akan kita pertemukan dengan orang tua siswa,” tegas Nora.

Sementara, Edi Tarigan selaku Wakil Kepala SMA Negeri 1 Simpang Empat bidang Kurikulum dan Darson Tarigan bidang Kesiswaan, saat ditemui sebelumnya di ruang kerjanya mengaku tidak mengetahui soal kutipan uang beli bangku kelas yang dibebankan kepada orang tua siswa.

Sepengetahuan mereka, sejak sekolah tersebut dipindahkan dari Dusun Sibintun dua tahun lalu, pihak sekolah belum pernah melakukan pembelian bangku kelas yang baru.

“Coba konfirmasi lagi ke kepala sekolah. Hingga saat ini kita masih menggunakan kursi yang lama, jumlahnya sekitar 169 unit. Memang sarana kursi masih banyak yang kurang untuk 319 siswa. Tahun ini jumlah siswa baru sekitar 122 orang, sehingga butuh kursi. Banyak kursi yang rusak akibat berpindah – pindah,” paparnya.

  • BRYAN TARIGAN/RED
Ke Atas