Daerah

Sekdakab Karo : Kalau Daerah Lain Bisa, Kenapa Karo Tidak.!!!

TANAH KARO – SUMBER
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara Elisa Marbun, menikmati kopi Coffee Cimbang Sinabung saat berlangsungnya acara Pesta Budaya Mejuah-juah di Berastagi, Sabtu (28/05/2016). SUMBER/moral sitepu

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara Elisa Marbun, menikmati kopi Coffee Cimbang Sinabung saat berlangsungnya acara Pesta Budaya Mejuah-juah di Berastagi, Sabtu (28/05/2016). SUMBER/moral sitepu

Coffee Cimbang Sinabung hadir dalam pembukaan Pesta Budaya Mejuah-juah yang digelar di Open Stage Taman Mejuah-juah Berastagi, Sabtu (28/05/2016).

Stand BNPB yang mengelola pemasaran produk lokal ini, menyuguhkan kenikmatan rasa khas yang dimiliki kopi produk lokal Kabupaten Karo.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara Elisa Marbun, mengapreasiasi produk lokal tersebut. Diharapkan, produk ini menjadi andalan Tanah Karo untuk mendongkrak pemulihan ekonomi khususnya bagi warga terdampak Sinabung.

Menurut Terkelin, rasa yang tertanam pada produk kopi Karo, tidak kalah saing dengan produk Nasional yang sebelumnya telah hadir di tengah masyarakat. Ia menyebut, produk kopi Karo dapat menumbuhkembangkan pembangunan dari sektor ekonomi yang berbasis masyarakat.

Awalnya, kata dia, masyarakat Karo secara umum adalah petani jeruk. Namun akibat bencana Sinabung, sebagian diantaranya beralih ke tananam kopi. Dengan memberdayakan masyarakat dalam mengelola produk, ia menyarankan untuk membentuk asosiasi.

“Tujuannya, agar mereka jangan lemah dalam memproduksi biji kopi itu sendiri tanpa harus menjual hasil biji kopi ke pengusaha lain. Harapan kita, kopi Karo memiliki brand sendiri dan saya yakin Karo mampu mengelola dan membesarkan produknya sendiri,” cetus Terkelin.

Sementara, pembina produk olahan lokal ‘Kopi Karo’, dr. Saberina br Tarigan MARS menyebut jika masyarakat Karo mampu mengelola produknya sendiri. Hanya, kata dia, tinggal bagaimana mengelola marketnya untuk pengembangan ke tingkat Nasional bahkan ke tingkat Internasional.

“Mengingat sebelumnya masyarakat terdampak erupsi Sinabung menjual hasil biji kopinya ke pihak penampung tanpa pengolahan, maka BNPB memberdayakan masyarakat untuk menjadikan hasil kopi dengan sebuah kemasan. Hal ini sudah kita rapatkan di propinsi, bagaimana meningkatkan sosial ekonomi untuk warga terdampak Sinabung,” jelas Saberina.

Menurutnya, beberapa daerah sudah mengakui Kopi Karo sebagai kopi yang luar biasa. Dari itu, kata dia, seluruh potensi yang ada di Karo akan terdongkrak melalui produksi kopi.

“Dengan ini, masyarakat akan lebih semangat dalam membangun ekonomi untuk tetap melanjutkan kehidupan meski terlepas dari tanaman jeruk yang pernah exis dengan memanfaatkan mengolah kopi tanaman mereka sendiri. Kalau daerah lain bisa, kenapa karo tidak. Hanya saja, bagaimana kita mengelola marketnya ke tingkat Nasional,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Budi dan Ikhsan selaku pengelola marketing produk Coffee Cimbang Sinabung. Menurut mereka, produk kopi Karo ini sebelumnya juga telah dipromosikan di daerah Yogyakarta. Dan dalam gelaran Pesta Budaya Mejuah-juah kali ini, kopi tersebut kembali dipromosikan.

“Diharapkan, kopi ini dapat menjadi pilihan tersendiri untuk masyarakat dunia yang memiliki ciri khas rasa,” harap mereka.

  • MORAL SITEPU
Ke Atas