Daerah

Dandim 0205/TK : Selama TMMD, TNI Tinggal di Rumah Warga

TANAH KARO – SUMBER
Para prajurit TNI Kodim 0205/TK saat tidur di rumah warga. SUMBER/pardi simalango

Para prajurit TNI Kodim 0205/TK saat tidur di rumah warga. SUMBER/pardi simalango

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke – 96 di wilayah Kecamatan Mardingding dan Kecamatan Lau Baleng, bukti manifestasi atau roh dari kemanunggalan TNI dengan rakyat sudah teruji. Buktinya, selama TMMD di desa terpencil, para prajurit tingggal dan berbaur bersama warga.

Para prajurit menjadikan para warga yang dihuninya sebagai orang tua sendiri dan bahkan menganggap seperti rumah sendiri. Hal itu diwajibkan, dengan tujuan para prajurit  ikut merasakan kebersamaan, suka dan duka sebagai layaknya sebuah keluarga.

“Dengan ikut menyelami kehidupan setiap penduduk di desa, akan terjalin hubungan kekeluargaan yang sesungguhnya,” ujar Dandim 0205/TK Letkol (Inf) Agustatius Sitepu kepada sejumlah wartawan terkait suka duka TMMD, Kamis (19/05/2016).

Dikatakan, kemanunggalan TNI dengan rakyat sangat jelas dalam mengerjakan sejumlah sasaran TMMD yang sudah diprogramkan dalam pengerjaan tersebut. TNI tidur dan makan berbaur dengan masyarakat.

Dengan kebersamaan dan kemanunggalan seperti itu, kata Dandim, Tri Sukses TMMD (sukses dalam penyelenggaraan TMMD, sukses memperkokoh Kemanunggalan TNI–Rakyat dan sukses mewujudkan desa Bebas Narkoba serta meningkatkan budaya gotong royong di tengah masyarakat) akan terwujud.

“Sambutan masyarakat di lokasi TMMD sangat antusias dan alami, mengalir begitu saja. Masyarakat laki-laki, dari pagi sampai sore bekerja dengan saling bahu membahu dengat TNI. Sedangkan para ibu-ibu gotong royong untuk menyiapkan makanan siang dan malam, baik untuk personil maupun masyarakat desa. Untuk menghilangkan rasa jenuh, TNI dan rakyat nonton bareng sebelum melaksanakan istrahat malam,” cetusnya.

Menyinggung sasaran TMMD di wilayah Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng, Agustatius menjelaskan, pembuatan jalan, pembuatan talud, pembangunan MCK, perehaban jembatan dan perehaban gereja dan mushola, hingga sekarang sudah mencapai hasil maksimal.

“Semua sasaran bisa dikerjakan atas dukungan dari masyarakat yang bersatu padu dalam pengerjaan sasaran baik yang bersifat fisik maupun bersifat non fisik. TMMD ini membangun kebersamaan prajurit TNI dengan warga. Keduanya berinteraksi bersama dan merasakan suka duka selama hampir sebulan. Tinggal bersama di rumah warga dan menyelami kehidupan menjadi warga sipil,” ujar Dandim.

Rasa nyaman berada di dekat aparat, lanjut Agustatius, memudahkan rakyat menerima penyampaian program pembangunan. Termasuk mengikuti sosialisasi pertanian, antisipasi narkoba hingga pemahaman bela negara.

Salah seorang warga, I Ginting (54) mengaku, kehadiran TNI dalam rangka TMMD sangat berdampak positif dalam membangun desa secara langsung. Kemajuan desa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Kami sangat berterimakasih atas kehadiran TNI yang tanpa pamrih membangun desa kami yang tertinggal. Selama TMMD, banyak manfaat kami rasakan, gotong royong kembali hidup dan perekonomian warga meningkat,” katanya.

  • PARDI SIMALANGO
Ke Atas