W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Gedung Sekolah Menggunakan DAK Belum Rampung

LAPORAN : FERRI – KUTALIMBARU

Bangunan SDN 106822 Sukadamai yang direhab dengan dana DAK hanya terdiri dua lokal belajar dan bangunan tanpa dipasangi asbes.

Rehab gedung sekolah SD Negeri No.106822 di Desa Sukadamai, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang hingga akhir Januari 2013 belum rampung dikerjakan. Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 139 juta digunakan untuk merehab dua ruang kelas. Namun pemasangan asbes gedung tersebut belum dilakukan dan pekerjaan tidak ada lagi. Sementara yang direhab hanya dua lokal belajar.

Kepala SD Negeri 106822 Sukadamai Antonius Sinulingga,SPd ketika dikonfirmasi, Rabu (23/1) membenarkan perbaikan gedung sekolah yang dipimpinnya itu belum selesai. Ia mengatakan rasa herannya terhadap tukang yang mengerjakan gedung sekolah itu. “Lantai untuk kedua ruangan yang baru dikerjakan mengharuskan perbaikan kembali karena walau baru dikerjakan sudah pecah kembali. Lantai yang lama seharusnya diketok terlebih dahulu baru dicor kembali. Tapi nyatanya tidak dilakukan sehingga hal inilah penyebab pecahnya kembali lantai tersebut,” ujar Antonius.

Dikarakan Antonius, apa yang dikerjakan untuk gedung sekolah tersebut sudah sesuai dengan RAB. Seperti halnya perbaikan dilakukan hanya untuk dua lokal ruang kelas tanpa dipasang asbes atau plafon. Ketika ditanya kenapa sekolah lain dengan menggunakan DAK bisa menyelesaikan tiga ruang kelas sekaligus dipasangi asbes, Antonius mengatakan, kalau untuk sekolah yang dipimpinnya itu tidak mungkin sama dengan sekolah lain. Sekolah yang dipimpinnya termasuk SD terpencil, sehingga biaya transportasi cukup tinggi. “Harga satu sak semen saja setelah sampai di sekolahnya mencapai Rp 65.000 dan begitu juga dengan bahan-bahan lainnya yang harganya cukup tinggi karena biaya pengangkutan yang mahal,” kata Antonius.

Antonius mengatakan, baru-baru ini pihak dari Kejaksaan Pancurbatu datang ke sekolahnya untuk melihat bangunan yang dikerjakan melalui DAK tersebut. “Kepadanya juga saya katakan bahwa apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan RAB. Saya juga menyuruh mereka untuk melihat RAB bangunan ini. Walaupun dikatakan rehab, tapi dikerjakan dari dasar karena bangunan sekolah sebelumnya terbuat dari papan. Dindingnya saja dibeton mulai dari dasar sehingga memerlukan semen yang cukup banyak. Begitu juga dengan lantai yang harus dilakukan pengecoran kembali,” aku Antonius.

Yang jelasnya biaya untuk mengangkut bahan-bahan bangunan ke sekolah ketika itu cukup mahal karena kondisi jalan yang cukup parah. Kalau saat ini jalan menuju sekolah tersebut sudah lebih bagus setelah dilakukan perbaikan melalui dana PPIP (Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan) tahun 2012. “Saat ini kondisi jalan sudah jauh lebih bagus. Kalau pada saat bahan-bahan bangunan untuk perbaikan sekolah dimasukkan, keadaan jalan masih sangat parah sehingga biaya pengangkutan cukup tinggi,” ujarnya lagi.

Shortlink:

 

  • 47Dibaca:
  • 2Pengunjung Sedang Online:
Banyak hal yang lebih menarik di versi mobile Kami, klik disini sumutberita.com/m