Liputan : SEMPURNA – TANAH KARO

Masta Br Tarigan korban tewas saat di RSUD Kabanjahe. (Foto : SEMPURNA PASARIBU/ SUMUTBERITA.com)
Mobil pick up jenis Colt 3 Berlian plat hitam BK 8104 SC berwarna hijau yang dimodifikasi menjadi pengangkutan umum, nyaris terbalik di sebuah tanjakan di Desa Bunu Raya Kecamatan Tiga Panah, 1 orang tewas 1 luka serius sehingga harus diboyong ke RSUD Kabanjahe, Senin (26/12) sekira jam 11.30 Wib.
Naas bagi Masta Br Tarigan (48) warga Desa Bunu Raya Kecamatan Tiga Panah ini menghembuskan nafas terakhir setiba di IGD RSU Kabanjahe.
Sedangkan Darmawati Br Ginting (44) warga Desa Manuk Mulia kecamatan yang sama mengalami luka robek di kening/kepala sebelah kanan sedalam 13×3 cm dan mengenai tempurung kepalanya.
Informasi yang diterima kru SUMUTBERITA.com, kecelakaan lalu lintas yang menelan korban datang dari Desa Manuk Mulia hendak menuju kota Kabanjahe. Mobil pengangkutan umum plat hitam tersebut sarat dengan penumpang yang hendak berbelanja guna keperluan menyambut tahun baru. Sesampai di tanjakan desa Bunu Raya mobil naas tersebut tidak sanggup menaiki tanjakan dan akhirnya mundur sebelum akhirnya membentang di badan jalan dan nyaris terbalik.
“Karena guncangan mobil sangat keras kepala mamak (Darmawati-Red) pun terantuk makanya koyak gitu, kalau bibik (Masta-Res) itu duduknya dekat pintu. Mungkin ga kuat bibik itu pegangan karena mobil sudah mau terbalik dan tercampak keluar. Tapi ga pala jelas kulihat soal jatuhnya bibik itu,” terang Melisa Br Barus (15) saat menunggui ibunya Darmawati. Melisa mengaku ikut dalam mobil saat kecelakaan, namun gadis remaja ini tidak mengalami luka dan selamat dari maut.
Sedangkan Masta Br Tarigan masih sempat diboyong ke RSUD dalam keadaan tak sadarkan diri, namun karena mengalami luka dalam yang cukup serius korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di IGD RSU Kabanjahe. Sementara korban disebut-sebut pulang dari perladangan dan menumpang mobil naas tersebut.
“Biasanya banyak mobil angkutan yang melintas di areal perladangan bibik, tapi karena suasana natal mungkin ga ada yang sampai kesana makanya bibik naik mobil sial itu,” ujar salah seorang keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya.
Secara terpisah dilokasi tanjakan dan bertikungan manis itu, mobil pick up yang dijadikan pengangkutan umum yang memakan korban jiwa tersebut sudah tidak ada lagi. Kru SUMUTBERITA.com hanya melihat dua tandan pisang yang terjatuh dari mobil serta kerumunan warga. Menurut keterangan warga dilapangan, mobil sudah dibawa pemiliknya ke Desa Manuk Mulia. Sedangkan pihak Sat Lantas Polres Karo tidak ada disana.
“Kalau dibiarkan membentang di jalan, mobil yang lain ga bisa lewat. Makanya harus segera di pinggirkan dan dibawa pemiliknya pulang,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi mobil terbalik itu.
Menurut keterangan dr Lenny Br Perangin-Angin selaku dokter jaga IGD RSUD Kabanjahe, korban setiba di IGD tak sadarkan diri dan akhirnya tewas karena mengalami luka dalam yang sangat serius. Dari hidung, mata dan telinga mengelurkan darah segar dan muntah darah. Sedangkan Darmawati Br Ginting hanya mengalami luka robek di kening/kepala sebelah kanan sedalam 13×3 cm.
Kasat Lantas Polres Karo, AKP Anhar A Rangkuti yang dihubungi wartawan SUMUTBERITA.com melalui sellulernya sedang tidak aktif. Sedangkan Kanit Laka, Ipda K Manullang walau terdengar nada sambung namun tidak di angkat. Sementara identitas supir dan pemilik mobil naas hingga berita ini dikirim belum diketahui.
Shortlink:

Recent Comments